BUOL — Mahasiswa STISIPOL Mujahidin Buol menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buol dengan mengangkat tema “Dari Ruang Kelas ke Ruang Publik: Mahasiswa sebagai Aktor Demokrasi” tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai demokrasi, partisipasi masyarakat, pengawasan pemilu, serta peran generasi muda dalam kehidupan publik.
Kehadiran mahasiswa STISIPOL Mujahidin Buol mencerminkan keterkaitan antara pembelajaran akademik di perguruan tinggi dengan dinamika kehidupan demokrasi di masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui perkuliahan, tetapi juga dapat memahami praktik demokrasi melalui forum publik dan kegiatan kelembagaan.
Tema “Dari Ruang Kelas ke Ruang Publik” menempatkan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi secara kritis, bertanggung jawab, dan berdasarkan pengetahuan. Ruang kelas dapat menjadi tempat mahasiswa mempelajari teori politik dan demokrasi, sementara ruang publik menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan berdialog, menyampaikan gagasan, serta memahami persoalan masyarakat.

Dalam konteks pengawasan pemilu, keterlibatan masyarakat merupakan salah satu bagian penting dalam membangun pengawasan partisipatif. Mahasiswa dapat berkontribusi melalui pendidikan politik, literasi informasi, diskusi publik, serta penyebaran informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi mahasiswa STISIPOL Mujahidin Buol, kegiatan tersebut juga relevan dengan bidang keilmuan yang dipelajari, khususnya mengenai ilmu pemerintahan, administrasi publik, politik, demokrasi, kebijakan publik, dan hubungan pemerintah dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa demokrasi tidak hanya berlangsung pada momentum pemilihan umum, tetapi juga membutuhkan partisipasi warga dalam kehidupan publik sehari-hari.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara/pengawas pemilu, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual mengenai demokrasi dan kehidupan masyarakat.

Dengan mengikuti forum seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh dari ruang kelas ke ruang publik melalui diskusi yang konstruktif, literasi politik, pengawasan partisipatif, dan keterlibatan sosial yang bertanggung jawab.
“Dari ruang kelas ke ruang publik” menjadi pesan penting bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mempersiapkan mahasiswa secara akademik, tetapi juga membekali mereka untuk memahami dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.
STISIPOL Mujahidin Buol — Berilmu, Berintegritas, dan Berkontribusi bagi Masyarakat. […]